Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. SLEMAN - Pembunuhan terhadap Septian Iqbal Dinaka Rofiki sempat menggemparkan jagat media sosial. Pasalnya, foto kematian bocah malang tersebut menjadi viral di Facebook dengan kondisi bersandar di roti ulang tahun pada usia ke-16, 1 September lalu.

Sebelum meninggal korban menjalani perawatan intensif akibat luka pada bagian kepala belakang. Iqbal ditemukan tergelatak bersimbah darah di kawasan Makam Gajah, Miliran Umbulharjo Selasa (30/8) dini hari.

Awalnya banyak pihak menduga Iqbal merupakan korban tabrak lari atau aksi klithih yang sedang marak terjadi di Yogyakarta. Namun setelah diselidiki, Polresta Yogyakarta menemukan, pelaku pembunuhan terhadap Iqbal rupanya juga seorang remaja. Ia adalah BMI Bin Yunus (17) warga Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Tommy Wibisono mengemukakan, pelaku menganiaya korban pada 30 September dini hari. BMI membunuh korbannya dengan menggunakan potongan cor beton yang biasa dipakai untuk menegakkan tiang bendera.

Perbuatan kejam tersebut sebenarnya dilatarbelakangi oleh hal sepele. BMI merasa tersinggung usai kontak mata dengan korban yang ketika itu juga sempat menegurnya lantaran mengemudikan motor dengan ngebut.

Saat itu pelaku baru selesai pesta miras dengan teman-temannya. Tidak terima dengan teguran Iqbal, BMI kemudian membuntuti korban. Ketika sampai di tempat sepi, ia pun menghantam kepala korban dengan potongan beton yang ditemukan di jalan.

Setelah tersungkur, pelaku meninggalkan dan gambil tas korban untuk di buang ke sungai. "BMI kami tangkap di rumahnya," papar Tommy. Atas perbuatan tersangka dijerat 338 KUHP sub pasal 354 ayat 2 KUHP sub pasal 351 KUHP sub 365 ayat 3 KHUP dengan ancaman 15 tahun penjara.


Sementara itu, Kapolda DIY, Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat mengatakan akan mengerahkan tim untuk melakukan sweeping pada malam hari. Hal ini dilakukan untuk menekan kasus kekerasan di antara para pelajar yang kian marak terjadi akhir-akhir ini.
(na/rol)


Top