Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.JAKARTA – Sinyalemen Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai adanya mata-mata kelompok militan Abu Sayyaf di Indonesia terkesan insinuatif atau menuduh. Hal ini dikatakan Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (Isess), Khairul Fahmi,   kepada Okezone, Minggu (25/9/2016).

"Adakah fakta-fakta pendukungnya? Lalu apa perlunya dibuka ke publik? Itu akhirnya hanya menimbulkan keresahan dan kesan seolah kita hanya mencari kambing hitam atas kegagalan memberi rasa aman di wilayah perairan kita," tegas Fahmi.

Fahmi menjelaskan bahwa karena sudah membukanya ke publik, Panglima TNI harus membuktikan kebenaran adanya mata-mata atau orang dari kelompok Abu Sayyaf tersebut di Indonesia.

"Panglima harus bisa buktikan tudingannya sendiri dan tunjuk hidung karena tentu saja jika itu dugaan benar, tak boleh dibiarkan dan hanya mengeluh kiri kanan. Bahkan, jika itu ternyata berasal dari lingkungannya sendiri," katanya.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mencurigai adanya mata-mata atau informan dari kelompok Abu Sayyaf di Indonesia. Hal itu lantaran mudahnya kelompok teroris tersebut melakukan aksi penculikan terhadap warga negara Indonesia (WNI). (nn/okezon)


Top