Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911.JAKARTA –Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Tito Karnavian diminta berani membuktikan soal aliran dana dari bandara narkoba ke para anggotanya. Hal ini dikatakan Pemerhati Kepolsiian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Ruminto, kepada Okezone, Sabtu (17/9/2016).

Bambang berpendapat bahwa citra Polri sejak dahulu sudah rusak karena kasus aliran dana yang tidak jelas dari pelaku kejahatan ke rekening oknum polisi.

 "Kalau mau bersih-bersih, Kapolri harus membuka sedetail-detailnya aliran dana tersebut," kata Bambang.

Ia berharap, Tito dapat menjadi polisi yang jujur. Sehingga masyarakat dapat percaya dengan penegakan hukum di Indonesia.

"Bisakah Tito jadi polisi jujur. Masyarakat kita hanya percaya polisi yang jujur di Indonesia ini cuma ada tiga, polisi tidur, patung polisi, dan Jenderal Hoegeng (Kapolri ke-5)," ujarnya.

Jika terbukti adanya aliran dana tersebut, Bambang berharap sanksi seberat-beratnya diberikan kepada oknum polisi yang terlibat. Karena perilaku seperti itu lebih berbahaya dari kecanduan narkoba.

Sebelumnya, Tito menyebutkan jika Divisi Profesi dan Pengawasan (Propam) Polri sudah cukup untuk mendalami dan melanjutkan temuan dari Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Oleh karena itu, pihaknya tak akan membentuk satuan tugas (Satgas) untuk menindaklanjuti testimoni mendiang Freddy Budiman.

Adapun hal tersebut lantaran, anggota TGPF Effendi Gazali mengatakan bahwa tim tidak menemukan adanya aliran dana Rp90 miliar dari almarhum gembong narkoba Freddy Budiman. Namun tim menemukan aliran dana sebesar Rp668 juta dari bandar narkoba lainnya yakni Chandra Halim alias Akiong kepada salah satu perwira menengah di Polri. (nn/okezon)


Top