Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.MOSKOW –  Uji coba nuklir Korea Utara (Korut) telah kembali meningkatkan ketegangan di ranah internasional. Namun, ketika pemimpin tertinggi di Rusia dan Amerika Serikat (AS) sudah angkat bicara mengenai uji coba nuklir ini, maka Korut harusnya sudah mulai memikirkan ulang program nuklir mereka.

Media Korut sudah membenarkan kabar mengenai rezim negaranya yang kembali mengadakan uji coba nuklir. Uji coba nuklir ini sendiri sempat menyebabkan gempa berkekuatan 5,3 srkala richter.


Mendengar hal itu, Presiden Rusia Vladimir Putin melalui juru bicara Kementerian Luar Negerinya mengatakan, sangat mengutuk keras uji coba tersebut.

“Tindakan yang melanggar hukum internasional dan opini dari komunitas internasional tersebut layak mendapatkan kutukan terkuat. Kami (Rusia) mendesak Korut untuk menghentikan tindakan sembrono dan berbahaya itu,” ujar Putin, sebagaimana dikutip dari Express, Sabtu (10/9/2016).

Selain Putin, Presiden AS Barack Obama juga memperingatkan Korut bahwa tindakan mereka menunjukkan ancaman serius.

“Dengan jelas, AS tidak akan pernah menerima Korut sebagai negara nuklir. Jauh dari pencapaian keamanan nasionalnya serta pembangunan ekonomi. Tindakan provokatif dan tidak stabil dari Korut malah membantu (semakin) mengisolasi dan memiskinkan warganya melalui usaha tanpa henti dalam pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik,” tegas Obama.

China sebagai sekutu terdekat Korut juga meminta negara tersebut untuk menghindari tindakan yang dapat terus meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.(ys/okzn)
PAYAKUMBUH—Diduga akibat lemahnya pengawasan pihak sekolah, dan begitu juga minimnya pantauan para orang tua terhadap anaknya masing-masing. Akibat dari semuanya itu, 10 orang siswa SLTA di Payakumbuh diringkus petugas saat mereka mengisap lem, bertempat di Kuburan Cina, kelurahan Padang Karambia, Payakumbuh Selatan, Rabu (7/9).
Penangkapan pelajar itu, dipimpin langsung Kasatpol Pol PP Payakumbuh Fauzi Firdaus, SP bersama tim patrolinya. 10 pelajar dari tiga sekolah berbeda yang tengah asik menghisap lem, mereka diciduk petugas Satpol PP, ketika mereka cabut dari sekolahnya pada jam belajar.
Saat digerebek, hari menunjukkan pukul 10.00 WIB. Ke-10 pelajar tersebut tengah duduk berpencar di atas kuburan dengan lem  yang masih berada di tangan pelajar dimaksud. Mereka, langsung diamankan petugas, untuk selanjutnya digiring ke Markas Besar Satpol PP di perkantoran di lapangan eks Poliko. Semuanya, datang ke TKP dengan memakai sepeda motor.
Dari sepuluh pelajar, lima di antaranya adalah laki-laki dan lima lagi perempuan. Tidak diketahui, apakah mereka pasangan kekasih. Tapi, pengakuannya kepada petugas, mereka hanya sebatas bersahabat saja.
Setelah diinterogasi penyidik, ke-10 pelajar tersebut, mengaku iseng-iseng saja menghisap lem. “Kami hanya iseng dan ingin tahu saja, bagaimana rasanya  mengisap lem. Bukan karena kecanduan, katanya kepada petugas, seperti dikutip Kasatpol Fauzi Firdaus.
Ke-10 pelajar yang masih berseragam sekolah itu, baru dilepas petugas, setelah orang tua dan guru sekolah mereka datang ke Mabes Satpol PP. Semuanya membuat perjanjian di tas kertas bermaterai yang diketahui oleh orang tua dan guru sekolah.
Kapolsek Payakumbuh Kompol Russyirwan yang diminta datang ke Mabes Satpol PP, bersama Kasatpol PP Fauzi Firdaus, meminta, agar para orang tua dan guru, meningkatkan pengawasan terhadap putera-puterinya.
- See more at: http://www.gosumbar.com/berita/baca/2016/09/11/10-pelajar-ditangkap-petugas-ketika-mengisap-lem#sthash.Ev9jIEdB.dpuf
PAYAKUMBUH—Diduga akibat lemahnya pengawasan pihak sekolah, dan begitu juga minimnya pantauan para orang tua terhadap anaknya masing-masing. Akibat dari semuanya itu, 10 orang siswa SLTA di Payakumbuh diringkus petugas saat mereka mengisap lem, bertempat di Kuburan Cina, kelurahan Padang Karambia, Payakumbuh Selatan, Rabu (7/9).
Penangkapan pelajar itu, dipimpin langsung Kasatpol Pol PP Payakumbuh Fauzi Firdaus, SP bersama tim patrolinya. 10 pelajar dari tiga sekolah berbeda yang tengah asik menghisap lem, mereka diciduk petugas Satpol PP, ketika mereka cabut dari sekolahnya pada jam belajar.
Saat digerebek, hari menunjukkan pukul 10.00 WIB. Ke-10 pelajar tersebut tengah duduk berpencar di atas kuburan dengan lem  yang masih berada di tangan pelajar dimaksud. Mereka, langsung diamankan petugas, untuk selanjutnya digiring ke Markas Besar Satpol PP di perkantoran di lapangan eks Poliko. Semuanya, datang ke TKP dengan memakai sepeda motor.
Dari sepuluh pelajar, lima di antaranya adalah laki-laki dan lima lagi perempuan. Tidak diketahui, apakah mereka pasangan kekasih. Tapi, pengakuannya kepada petugas, mereka hanya sebatas bersahabat saja.
Setelah diinterogasi penyidik, ke-10 pelajar tersebut, mengaku iseng-iseng saja menghisap lem. “Kami hanya iseng dan ingin tahu saja, bagaimana rasanya  mengisap lem. Bukan karena kecanduan, katanya kepada petugas, seperti dikutip Kasatpol Fauzi Firdaus.
Ke-10 pelajar yang masih berseragam sekolah itu, baru dilepas petugas, setelah orang tua dan guru sekolah mereka datang ke Mabes Satpol PP. Semuanya membuat perjanjian di tas kertas bermaterai yang diketahui oleh orang tua dan guru sekolah.
Kapolsek Payakumbuh Kompol Russyirwan yang diminta datang ke Mabes Satpol PP, bersama Kasatpol PP Fauzi Firdaus, meminta, agar para orang tua dan guru, meningkatkan pengawasan terhadap putera-puterinya.
- See more at: http://www.gosumbar.com/berita/baca/2016/09/11/10-pelajar-ditangkap-petugas-ketika-mengisap-lem#sthash.Ev9jIEdB.dpuf


Top