Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.JAKARTA - Seorang siswi di Bandung, Dvijatma Puspita Rahmani harus rela tidak naik kelas lantaran diberi nilai nol oleh guru matematika di sekolahnya. Ironisnya, gadis yang akrab disapa Puspita ini termasuk siswa berprestasi dalam olimpiade biologi.

Kasus Puspita ini pun mendapat perhatian dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Sekretaris Jenderal FSGI, Retno Listyarti menilai, dalam kurikulum 2013 seorang siswa tidak mungkin mendapat nilai nol di rapor.

"Pada rapor semester II tahun pelajaran 2015-2016 tidaklah mungkin siswa memperoleh nilai nol di rapor karena nilai semester ganjil dan genap diakumulasi," Senin (5/9/2016).

Retno menjelaskan, siswi SMAN 4 Bandung itu tidak mendapat kesempatan memberikan tugas dan ujian susulan. Padahal, Puspita tak masuk sekolah dengan alasan sakit dan dalam perawatan dokter. "Nilai nol di semester II berdampak pada penjatuhan keputusan tidak naik kelas. Padahal Puspita sudah meminta kesempatan kepada gurunya, namun tidak diberikan," tuturnya.

Dalam kasus Puspita ini, FSGI menemukan unsur kelalaian sekolah, pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan, dan pelanggaran etika oleh guru. Hal ini menyebabkan siswa mengalami tekanan psikis atas perlakuan sekolahnya tersebut.

"Jelas kasus ini masuk dalam pelanggaran hak siswa," imbuhnya.
(bt/okz)


Top