Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Jakarta – Pemerintah indonesia khususnya Kementerian Agama,diminta agar bisa melobi negara lain khususnya Filipina, untuk bisa berbagi kuota haji. Atas Peristiwa adanya 177 calon haji yang tertangkap menggunakan paspor palsu disebabkan persoalan kuota haji. Hal ini di katakan oleh  Wakil Ketua MPR RI Mahyudin.

Mahyudin mengatakan katerbatasan kuota haji menyebabkan di beberapa daerah harus menunggu hingga 30 tahun lebih. Apalagi, dengan kuota yang hanya satu persen dari jumlah penduduk.

"Kalau Indonesia punya 260 juta penduduk, artinya yang bisa naik haji sekitar 260 ribu. Sementara yang ingin baik haji bisa mencapai 10 juta per tahun," kata Mahyudin, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/9).


Akibatnya, banyak WNI yang memilih naik haji melalui negara lain dalam hal ini Filipina. Sebab, di Filipina banyak kuota haji yang tidak terpakai, sehingga tidak terjadi antrian.

"Sehingga, ada baiknya pemerintah Indonesia kesana (Filipina). Kemenag lobi aja kuota haji Filipina supaya dikasih indonesia, diminta aja kalau enggak dipakai," ujar dia.

Menurutnya, lobi kuota haji itu bisa dilakukan secara bilateral antara kedua negara. Setelah itu baru meminta persetujuan Arab Saudi. Sehingga, pemerintah perlu memikirkan bagaimana cara untuk melobi Filipina, termasuk juga negara-negara lain yang punya kuota haji tak terpakai.

(de)


Top