Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. BANYUWANGI - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyuwangi mencatat sebanyak 56.014 orang dari 1.288.630 jumlah belum merekam data untuk pembuatan KTP elektronik.
Kepala Dispendukcapil Pemkab Banyuwangi Iskandar Azis, Rabu (21/9) mengatakan selama dua pekan ini pihaknya telah melakukan perekaman KTP elektronik sebanyak 27 persen dari jumlah warga wajib KTP yang belum melakukan perekaman.
Menurut dia, selama dua pekan pihaknya intensif melakukan layanan jemput bola ke rumah warga dan kantor desa untuk merekam data warga yang akan membuat KTP elektronik. Dalam dua pekan itu pihaknya berhasil melakukan perekaman data untuk KTP elektronik terhadap 15.600 warga.
Dispendukcapil menerjunkan dua tim yang disebar ke kecamatan secara bergantian sembari membawa alat perekam. Selain itu pihaknya juga bekerja sama dengan kecamatan.
"Kecamatan itu punya dua alat. Satu stand by di kantor bila sewaktu-waktu warga datang ingin mengurus, satunya lagi turun ke desa dan rumah warga. Ini mempercepat kerja petugas Dispenduk yang juga turun membawa alat perekam," ujar Iskandar.

Petugas perekam data ini juga mendatangi rumah warga, terutama yang lansia dan mengalami disabilitas. "Kalau di lingkungannya banyak lansia, sakit berat, kami lakukan perekaman di rumah salah satu warga terdekat. Biar mereka tidak perlu jauh-jauh mengurusnya," kata Iskandar.
Pelaksanaannya juga tidak mengenal waktu. Perekaman kerap dilakukan dari pagi hari hingga malam pukul 20.00. "Bahkan saat akhir pekan, kami kerja juga. Karena rupanya banyak juga yang berhalangan jika di hari kerja, sehingga memanfaatkan hari libur untuk mengurus," ujarnya.
Iskandar pun optimistis mampu menyelesaikan target perekaman data ini dalam sebulan ke depan. Pihak kecamatan juga telah diminta menyosialisasikannya lewat takmir masjid.
"Dengan hasil yang lebih dari 25 persen dalam kurun dua minggu, kami yakin bulan depan bisa mendekati target. Mungkin tidak bisa semua, karena masih ada migran yang tentunya terikat kontrak kerja di luar, sehingga susah pulang ke Banyuwangi untuk rekaman data ini," tutur Iskandar.
(na/rol)


Top