Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. MAKKAH - Jamaah haji Indonesia sudah seluruhnya berada di Mina pada Senin (12/9) pukul 07.00 waktu Saudi. Mereka sudah mulai bergerak dari Muzdalifah menuju Mina pada Senin (12/9) dinihari.

Jamaah sebelumnya wukuf di Arafah pada Ahad (11/9) sebelum bergerak ke Muzdalifah selepas waktu Maghrib. Insiden listrik padam sempat terjadi di tenda jamaah haji Indonesia di Arafah tersebut.

"Di luar dugaan kita, listrik sempat terhenti sekitar 10 - 15 menit. Alhamdulillah, bisa langsung nyala lagi aliran listriknya. Saya minta kepada petugas untuk mencari tahu apa penyebabnya,’’ kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Ahad (11/9).

Menag Lukman meminta petugas mencari tahu apakah listrik padam akibat penggunaan listrik yang berlebihan. Tapi, Lukman mengatakan petugas sudah langsung bergerak cepat ketika listrik padam. Mereka menggunakan generator sebelum pihak muassasah selaku wakil pemerintah dalam pelayanan haji bisa menghidupkan kembali aliran listriknya.

"Kita sudah punya generator tersendiri sebagai cadangan. Jadi, generator langsung berfungsi ketika listrik mati,’’ kata Menag.
Ketua Muassasah Asia Tenggara, Muhammad Amin Indragiri, mengatakan listrik padam kemungkinan karena penggunaan listrik yang berlebihan. Karena pasokan listrik di Arafah tidak hanya dipakai jamaah asal Asia Tenggara, tapi jamaah dari seluruh penjuru dunia.

Insiden padam listrik membuat petugas kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Arafah harus bekerja keras. Selain peralatan medis menjadi tidak berfungsi, mereka harus segera membuka penutup tenda karena ruangan yang semula full-ac itu berubah menjadi panas. Beberapa petugas kesehatan pun terlihat sibuk mengipasi pasien yang kegerahan.

Klinik Kesehatan memang sangat tergantung pada pasokan listrik. Selain untuk menghidupkan alat kesehatan, listrik juga dibutuhkan untuk membuat ruangan itu nyaman bagi jamaah pasien. ‘’Karena kalau ruangan panas, itu juga sangat mengganggu kesehatan pasien,’’ kata Lukman.
(na/rol)


Top