Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911.JAKARTA - Anak-anak yang dijadikan korban untuk melayani nafsu bejat gay didoktrin terlebih dahulu bahwa hubungan sesama jenis sesuatu yang wajar. Hal itu agar ketika mereka melayani sesama jenis tidak merasakan suatu keanehan. Hal ini dikatakan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Ulfa.

"Jadi pas praktiknya mereka tidak merasa aneh menyukai sesama jenis, karena mereka tahu bahwa ini ada dalam modul. Bahkan, mereka tidak merasa jadi korban, malah mereka merasa diuntungkan karena dapat uang," katanya dalam diskusi Redbon di Kantor Okezone, Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Mereka juga membentuk komunitas anak bernama Gay Brondong. Hal itu diketahui dari pengungkapan praktik prostitusi gay di kawasan Puncak, Bogor.

 "Dari yang direkrut oleh AR, mereka membuat istilah bernama Gay Brondong," katanya.

Perekrutan yang dibuat AR dimaksudkan untuk mengenalkan para korban dengan korban lainnya, sehingga memudahkan AR menjual dan menjaga stok anak-anak yang akan dijualnya kepada kaum gay.

"Dibuatkan jadi sebuah komunitas saling mengenaal. AR ini kan peranya konselor sosialisasi AIDS sekaligus penjual," ujarnya. (nn/okezon)


Top