Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911.JAKARTA - Maraknya prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur disebabkan minimnya pendidikan agama yang diberikan oleh orang tuanya baik karena alasan kesibukan maupun karena ketidakmampuan orang tuanya. Hal ini dikatakan Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, Kamis (15/9/2016).

"Saya yakin anak-anak yang menjadi korban prostitusi anak itu belum tersentuh pendidikan agama, karena kesibukan orang tuanya, yang kaya sibuk dengan kekayaannya, yang miskin sibuk dengan kemiskinannya," ujarnya.

Yunahar mengatakan bahwa orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pendidikan agama terhadap anaknya. Setidaknya ada beberapa poin penting yang harus dilakukan oleh orangtua dalam mendidik anak.

"Nomor satu adalah pendidikan agama sejak dini di rumah oleh ibunya dan dibawah tanggungjawab bapaknya, kebiasaan yang baik, dan dengan memberikan kisah-kisah keagamaan, serta pendidikan dengan pengawasan, dan pendididikan dengan sanksi tetapi juga ada reward dan punishment," terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, apabila orang tua tersebut tidak mampu mendidikannya, orang tua bisa meminta bantuan terhadap pesantren atau lembaga keagamaan lainnya serta sekolah untuk memberikan pendidikan agama.  (nn/okezon)


Top