Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. JAKARTA - Ketua DPD Irman Gusman menjadi sorotan publik. Ini setelah ia diciduk dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi, semalam.  Irman Gusman telah membantah ia menerima suap. Ia pun menilai KPK terlalu dini.

"Sungguh  ini perbuatan jahat dan fitnah kepada saya dan keluarga saya," kicaunya lewat status di Twitter.  "Saya meminta semua tenang sampai ada klarifikasi lebih lanjut."

Irman bukan lah merupakan orang baru di dewan. Seperti dikutip situs DPD, Irman Gusman merupakan senator DPD RI yang lahir di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, 11 Februari 1962.

Sejak muda Irman Gusman telah aktif di berbagai organisasi seperti anggota BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) FE UKI angkatan tahun 1979, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta. Pada  1981 Irman mengikuti Latihan Kepemimpinan Dasar yang diadakan HMI Cabang Jakarta dan menjadi kader HMI.

Saat menamatkan sarjana muda dan memasuki tingkat doktoral, Irman juga dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Senat FE UKI yang membidangi organisasi dan kaderisasi.

Irman Gusman juga aktif pada organisasi ICMI sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI periode 2003 – 2010, Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat periode tahun 1999 – 2003, dan Bendahara Umum ICMI Pusat periode  tahun 1999 – 2003.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia tahun 1985, Irman meneruskan studi S2 ke Graduate School of Business, University of Bridgeport, Connecticut, Amerika Serikat dengan program MBA dan Konsentrasi Marketing tahun 1987.

Irman terjun ke kancah politik dan menjadi Anggota MPR Utusan Daerah Sumatera Barat, atas pencalonan Fraksi TNI/Polri pada 1999–2004, karir politiknya pun berlanjut. Irman terpilih sebagai Wakil Ketua Fraksi Utusan Daerah (FUD) MPR RI pada tahun 2002 – 2004.

Irman merupakan penggagas terbentuknya Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Setelah terpilih menjadi anggota DPD RI mewakili Sumatera Barat, Irman menerima mandat sebagai Wakil Ketua DPD RI periode 2004–2009.

Pada 2009 Irman kembali terpilih sebagai anggota DPD RI dan menduduki jabatan Ketua DPD RI untuk periode  tahun 2009 – 2014 dan periode tahun 2014 – 2019. Pada Pemilu lalu, Irman Gusman kembali berhasil terpilih sebagai anggota DPD RI dengan memperoleh 407.443 suara.

Dalam perjalanan karir politiknya, Irman Gusman dikenal sebagai salah seorang penggagas sistem politik dua kamar (bikameral) dalam parlemen Indonesia. Selain itu juga menjadi salah satu pejuang perubahan dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia.

Dalam sistem ini presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Ia juga terlibat dalam pembahasan pembatasan masa jabatan Presiden hanya dua periode, lahirnya Mahkamah Konstitusi serta Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Berkat dedikasi dan konsistensi Irman Gusman di jalur politik, beberapa penghargaan berhasil diraihnya, yaitu Penghargaan dari Kerajaan Inggris “The Second Class or Knight Commander of Our Said Most Distinguished Order of Saint Michael & Saint George" tahun 2012.

Kemudian ia juga meraih [enganugerahan gelar tertinggi dari Negara Republik Indonesia “Bintang Mahaputera Adiprana“ pada 2010, penghargaan dari Pemerintah Amerika Serikat “A US Institution of Higher Education for Demonstrating Outstanding Leadership in The Regional Representative Council (DPD) of The Republic of Indonesia and Exemplary Representation of Indonesia Abroad“ tahun 2009, dan 15 Pemimpin Muda Berpengaruh pada 2008 dari Majalah Biografi Politik.
(na/rol)


Top