Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. JAKARTA - Drama pengepungan lokasi penyanderaan keluarga di rumahnya, Jalan Bukit Hijau IX Nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan berakhir dengan penangkapan kedua pelaku. Banyak spekulasi terkait apa yang terjadi ketika polisi merangsek masuk ke dalam rumah tersebut.
Namun, Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto mengatakan, kedua pelaku sudah berdamai dengan para korbannya sebelum polisi memaksa masuk rumah. Pelaku bahkan membujuk korban agar mengakui mereka sebagai kerabat.
"Tersangka sempat nangis di hadapan pemilik rumah, lalu mereka buat skenario seolah mereka bersaudara dengan korban," ujar Moechgoyarto saat di lokasi, Sabtu (3/9).
Pelaku masuk ke rumah pada sekitar pukul 05.00 WIB dengan membuntuti pembantu rumah tangga keluarga tersebut dan memaksa masuk ke dalam rumah. Para penyandera itu juga sempat dibuatkan mie instan oleh pembantu.
''Pembantu membuatkan mie untuk pelaku dan langsung keluar (pembantu minta tolong kepada warga),'' katanya.


Pelaku juga sempat meminta harta pemilik rumah seperti telepon seluler dan dompet. Namun semua itu dikembalikan lagi karena takut dengan kedatangan polisi. "Kami kepung, lalu kami sampaikan peringatan," katanya. Karena itu, tidak ada aksi kekerasan dalam penyanderaan dan penangkapan pelaku.
"Tidak ada tembak-menembak dari itu, hanya bunyi jendela yang sempat dirusak pelaku sehingga tidak ada kekerasan sama sekali," kata Moechgiyarto.
Moechgiyarto mengatakan, pemilik rumah adalah Asep Sulaeman, mantan Senior Vice President of ExxonMobil Affiliates in Indonesia. "Korban ada ayah, ibu, dan anak. Ayah namanya Pak Asep pensiunan karyawan swasta dari Exxonmobil dan ibu Euis serta satu anak perempuan berusia sekitar 20 tahun," katanya.
Euis dan putrinya saat ini dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta. Sedangkan Asep masih ada di dalam rumah.
(na/rol)


Top