Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melarang guru, kepala sekolah dan pejabat memposting foto maupun status lebay yang tidak bermutu di media sosial. Alasanya, sikap yang tidak berkualitas itu dianggap akan membawa dampak negatif terhadap pandangan publik.

"Tidak boleh ada posting-posting yang enggak jelas lagi. Seperti foto mau naik pesawat sambil bawa barang-barang, dan meminta agar didoakan. Foto-foto mesra, sekalipun dengan istri atau suami. Mengungkapkan hal-hal pribadi di media sosial dengan alasan curhat atau lain-lain, saya tegaskan mulai sekarang gak boleh,"ujarnya di hadapan guru dan kepala sekolah dalam acara sosialisasi larangan PR akademis kepada siswa di Pendopo, Pemda Purwakarta, Senin (5/9/2016).

Menurut Dedi media sosial, kata dia, merupakan sarana atau fasilitas yang kegunaannya untuk kepentingan sosial. Maka tidak heran jika segala sesuatu yang dipasang di media sosial, baik itu facebook maupun twitter dengan otomatis akan diketahui jutaan orang.

"Jadi jika menggunakan media sosial mulailah dengan melakukan kebiasaan yang bersifat positif. Apalagi seorang guru atau pejabat, maka harus bisa membedakan mana hal yang lebih bermanfaat mana yang tidak untuk diketahui banyak orang ini."

Jika seorang guru mapun pejabat terlalu mengumbar kebiasaan pribadi, seperti memposting saat mereka ada di pesawat kemudian menulis kalimat agar didoakan agar selamat sampai tujuan, atau juga memamerkan kebiasaan lain yang sifatnya kurang bermamfaat maka publik akan punya penilaian buruk.

"Penilaian publik pasti kerja pejabat itu hanya main-main. Apalagi muncul komentar-komentar tidak sopan yang tidak mencerminkan seorang pejabat atau guru. Wah parah banget," tandasnya.
(bt/okz)


Top