Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.BUKITTINGGI  - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, saat ini anggaran Sumbar sangat minim, karena tidak banyak potensi yang diandalkan di Sumbar selain sektor pariwisata.

“Tidak banyak potensi, Sumbar hanya mengandalkan pariwisata. Terbukti, sektor pariwisata telah meningkatkan pendapatan, meningkatan pertumbuhan perekonomian, mengurangi pengangguran,” ungkap Irwan Prayitno di hadapan Wapres Jusuf Kalla (JK) saat pertemuan dengan bupati dan walikota serta tokoh masyarakat Sumbar di Istana Bung Hatta Bukittinggi, Senin 5 September 2016.

Irwan Prayitno juga mengatakan, Sumbar tidak memiliki banyak pabrik yang padat karya, sehingga cenderung mengandalkan UMKM (Usaha Kecil Mikro Menengah) atau ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, program ini juga jadi prioritas Provinsi Sumbar serta kabupaten dan kota di Sumbar untuk memberdayakan masyarakat agar tidak menganggur dan miskin.

“Sumbar merupakan daerah agraris yang 60 persen lebih tenaga kerja bergerak di sektor pertanian secara luas. Oleh karena itu, kami selalu berikan perhatian pemberdayaan pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan,” lanjut Irwan.

Selaian itu, Irwan Prayitno juga promosikan banyaknya panganan di Sumbar yang halal untuk dimakan, meski belum mampu mendongkrak pemasukan. Meski PDRB (Produk Domestik regional Bruto) 23,8 persen terbesar, tapi menurutnya tidak memberikan suatu kontribusi besar dalam pembangunan, karena jumlahnya tidak begitu signifikan.

“Sumbar bukan merupakan daerah minyak dan gas, sehingga mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak kendaran bermotor untuk provinsi, serta retribusi rumah makan, penginapan dan restoran untuk di daerah. Sekitar 5 hingga 7 persen APBD Sumbar adalah PAD, sementara sekitar 90 persen dari DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus). Anggaran sumbar memang kurang, tapi keindahan alam tidak kalah,” sambungnya.
(bt/KlikP)


Top