Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.PADANG - Sebanyak 1.600 peserta atau 1,2 persen dari 1,4 juta data penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Sumbar rusak dan tidak ditemukan alamatnya. Untuk itu akan dilakukan verifikasi ulang bagi penerima tersebut. Angka tersebut diperkirakan karena alamat penerima berubah. Selain itu, juga ada yang meninggal dan selebihnya karena rusak akibat pencetakan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Ronini Savitri mengatakan, "Sekarang kita sudah mendistribusikan sebanyak 95 persen kartu bagi pemegang KIS yang sebelumnya juga tergabung dalam Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan dalam waktu dekat distribusi akan selesai," Rabu 21 September 2016 di Padang.

Khusus untuk pendataan ulang, Dinas Kesehatan Sumbar tetap mengacu pada data Dinas Sosial yang kemudian ditetapkan oleh Menteri Sosial. Maka, mereka yang berhak mendapatkan PIB adalah yang terdata melalui Dinas Sosial yang di SK-kan melalui Mentri Sosial. Dikatakannya, penerima KIS yang ditanggung pemerintah atau penerima bantuan iuran (PBI) merupakan perubahan nama Jamkesmas ke KIS. Sementara untuk tanggungan lainnya, melalui mandiri dan pemberi kerja juga akan dinamakan KIS.

"Jadi untuk 1.400.070 hanya peserta penerima bantuan iuran (PBI) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dalam jumlah itu sebanyak 482.685 merupakan BPJS yang dibayarkan melalui APBD Sumbar," ujarnya.

Untuk mendistribusikan kartu tersebut, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan jasa pengiriman, JNE. Selain itu, juga melalui pihak nagari yang tersebar pada kabupaten/kota. Sebanyak 1.063.289 melalui JNE, kemudian sisanya melalui nagari. "Bentuk pelayanannya juga sama dengan pemegang Jamkesmas, karena data penggunanya juga sama. hanya terjadi perbedaan nama saja," jelasnya.

Khusus untuk KIS yang dibayarkan oleh pemerintah, akan mendapatkan fasilitas layanan di kelas III. Mereka tidak boleh naik kelas, jika mengajukan kenaikan kelas maka kepesertaannya melalui penerima bantuan iuran (PBI) otomatis gugur. "Kita mengukurnya dari situ, jika mengajukan naik kelas, iuran KIS nya tidak dibayarkan lagi. Mereka otomatis gugur," ulasnya.

Khusus untuk pemegang KIS mandiri, peserta dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pembayaran, akses perbankan seperti ATM, mobile banking, dan juga bisa melakukan pembayaran secara satu keluarga. "Jadi sekarang, dengan satu nama atau nomor kepesertaan bisa langsung bayar semua yang tercatat di satu kartu keluarga (KK) kepesertaan," pungkasnya.
(bt/klikP)


Top