Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat




SuryaNews911. PADANGSIDIMPUAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padangsidimpuan, memprediksi Kelurahan Sitamiang Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, bakal menjadi kuburan massal apabila terjadi bencana longsor dan banjir. Hal ini dikatakan Kepala BPBD Kota Padangsidimpuan Hairul Harahap, Kamis (15/9/2016).

Hairul menyebut Alasannya adalah wilayah yang menjadi tempat tinggal penduduk tersebut berada di lokasi perbukitan yang mempunyai kecuraman mencapai 70-100 meter.

Sementara alasan lain adalah banyaknya masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut dengan mendirikan rumah di lereng perbukitan. Sehingga, apabila terjadi longsor, maka keselamatan warga sangat terancam.

“Apabila terjadi longsor, maka seluruh rumah di lereng perbukitan tersebut akan terkena dampaknya, sehingga mengancam keselamatan. Makanya, saya menilai, bakal ada kuburan massal nantinya,” ujarnya.

Ia mengatakan, warga yang mendirikan bangunan di bawah perbukitan itu juga akan terkena dampak, apabila terjadi longsor. Sebab, material longsor akan langsung menuju ke permukiman warga.

Hairul menjelaskan bahwa selain ancaman longsor, Kelurahan Sitamian Baru hingga ke Kampung Sipirok, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, rawan bencana banjir. Menurutnya, khusus di daerah Sitamiang Baru, potensi banjir berasal dari Bukit Sibaganding. Air yang berasal dari bukit tersebut langsung turun ke tempat pemukiman warga.

Sedangkan ancaman banjir dari sisi Barat berasal dari air yang berasal dari badan jalan nasional yang ada di kawasan itu. Menurutnya, apabila hujan, air akan langsung menuju ke pemukiman warga, karena saluran airnya kurang maksimal.

“Sekarang ini saja, masyarakat sudah mulai merasak dampaknya, apabila cuaca hujan, air langsung menggenangi pemukiman warga,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi adanya korban jiwa apabila terjadi bencana alam, maka pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan melakukan sosialisasi dengan warga. Namun, hingga saat ini, warga tidak pernah memperdulikan himbauan dari BPDB.

Dia berharap kepada seluruh warga yang ada di kelurahan tersebut agar memikirkan tempat tinggal yang lain, sehingga tidak ada ancaman bencana alam. "Apabila kondisinya seperti ini, maka lambat laun akan terjadi, karena tanah di perbukitan itu sudah banyak yang terkikis,” tandasnya. (nn/okezon)


Top