Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Pekanbaru – Kebakaran hutan dan lahan kembali terdeteksi di Pulau Sumatera. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan ada 12 titik panas terpantau. Staf analisis BMKG Pekanbaru, Riau, Slamet Riyadi menyatakan, sebaran titik panas (hot spot) itu terpantau di dua provinsi. Daerah paling banyak terdapat titik panas adalah Provinsi Aceh.

"Titik panas dengan tingkat kepercayaan (level confident) di atas 50 persen terdeteksi di Provinsi Aceh dengan jumlah 10 titik. Kemudian di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terdeteksi dua titik," ujar Slamet, Senin (26/9/2016). Jumlah titik panas yang terpantau satelit Terra dan Aqua hari ini meningkat dibanding kemarin. Pada 25 September 2016 terdeteksi empat titik. 

Sebarannya tetap berada di Provinsi Aceh dan Sumut. Untuk Riau, dalam beberapa hari ini, aman dari kebakaran hutan dan lahan. Salah satu penyebab utamanya karena sudah memasuki musim hujan. Artinya, lahan sudah basah sehingga tidak mudah terbakar. 


Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan bersama pihak Pemprov Riau berencana mencabut siaga darurat asap. Status kebakaran hutan dan lahan sudah diberlakukan sejak Maret 2016.

Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan Riau selama ini diperkuat oleh delapan armada yang terdiri atas lima helikopter water bombing (bom air), dua pesawat water bombing, dan satu unit pesawat Cassa 212 untuk melaksanakan modifikasi cuaca untuk hujan buatan.

(D3/okz)


Top