Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.SEOUL - Latihan militer Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) melakukan simulasi serangan pre-emptive terhadap situs nuklir dan rudal Korea Utara (Korut). 
 
Simulasi atau adegan pura-pura itu diklaim membuat pasukan AS dan Korsel lebih siap untuk menghadapi provokasi rezim Kim Jong-un.

Latihan militer bertajuk “Ulchi Freedom Guardian (UFG)” itu sudah berlangsung dua minggu. Sebanyak 25.000 pasukan AS dan 50.000 tentara Korsel terlibat dalam simulasi serangan terhadap Korut.

“Latihan dua minggu membantu memperkuat kemampuan manajemen krisis sekutu dan postur kesiapan bersama. Mereka lebih siap untuk melawan malam ini dalam kasus di mana Korut membuat setiap langkah provokatif,” tulis kantor berita Yonhap, mengutip seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korsel, Jumat (2/9/2016).

Latihan militer gabungan yang dimulai sejak 22 Agustus 2016 itu telah memanaskan situasi di Semenanjung Korea. Rezim Korut yang dipimpin Kim Jong-un  sudah terus-menerus mengancam akan meluncurkan serangan pre-emptive di sela-sela uji tembak rudal balistik dari sebuah kapal selam Korut pada 24 Agustus 2016.

”Tapi, kali ini latihan serangan termasuk menguraikan kemungkinan serangan pre-emptive terhadap fasilitas nuklir dan rudal Korut,” kata seorang pejabat pertahanan Korsel.

Sementara itu, Korut merilis sebuah cemoohan terhadap latihan gabungan kedua negara itu pada hari terakhir.

”Kertas putih berlabel latihan militer bersama sebagai produk langsung dari kebijakan bermusuhan mengerikan terhadap DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) dan dikejar oleh strategi militer AS. Jika mereka terus-menerus untuk latihan militer dan latihan perang nuklir lainnya terhadap DPRK, mereka akan menghadapi akhir yang paling kejam dan menyedihkan,” bunyi pernyataan Pemerintah Korut yang dirilis KCNA.(ys/metro)


Top