Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. CANBERRA - Aktif menggunakan sosial media atau mengirim SMS ketika sedang mengemudi semakin dilihat sebagai tindakan yang berbahaya di Australia.
Di Canberra mulai Kamis (1/9) mereka yang kedapatan mengirim SMS dan menggunakan sosial media akan dikenai denda 511 dolar AS (sekitar Rp 5 juta) atau kehilangan empat poin di SIM mereka. Denda ini dimaksudkan bagi para pengendara yang menggunakan ponsel untuk mengirim pesan atau menggunakan sosial media dan internet.
Peraturan yang sudah berlaku sebelumnya, yaitu denda bagi mereka yang menggunakan ponsel untuk berbicara ketika mengendarai juga tetap berlaku. Hukuman itu pelanggaran itu adalah denda 416 dolar AS (sekitar Rp 4 juta) dan tiga poin penalti (demerit points).
Setiap SIM di Australia biasanya memiliki 12 angka, dan setiap kali pelanggaran, maka ada pengurangan angka, dan setelah 12 angka hukuman didapat, seorang pengemudi biasanya harus ikut ujian lagi.
"Menggunakan internet atau mengirim SMS adalah mungkin tindakan yang paling berbahaya yang dilakukan pengemudi di jalan raya. Ini membuat baik pengendara maupun orang lain dalam situasi yang berbahaya. Sedihnya bukanlah hal yang aneh melihat pengemudi mengecek SMS, Facebook atau sosial media lainnya," kata Menteri Keselamatan Jalan Raya ACT Shane Rattenbury.

"Riset yang dilakukan pemerintah ACT menemukan 13 persen pengemudi di ACT mengakui menggunakan ponsel yang dipegang dengan tangan ketika mengemudi, sementara 4 persen diantara pengemudi mengatakan mereka menggunakannya sepanjang waktu."
Rattenbury mengatakan pengendara muda atau mereka yang baru bisa mengemudi menjadi golongan yang paling rentan dengan gangguan yang mungkin dialami pengemudi.
"Empat angka hukuman berarti mereka yang masih memegang SIM sementara akan kehilangan SIM tersebut," kata Rattenbury.
"SMS yang akan anda kirim atau pesan di Facebook bisa menunggu sampai anda tiba dengan selamat di tempat tujuan anda. Cobalah bersabar, tetaplah mengendara dengan aman, dan jangan gunakan telepon sampai anda sampai di tempat tujuan."
Sebuah video animasi akan ditayangkan di Facebook selama September untuk mengkampanyekan mengenai adanya hukuman baru atas pelanggaran ini.
(na/rol)


Top