Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.PADANG - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan, ada 109 transaksi keungan mencurigakan di Sumatera Barat (Sumbar). Menurutnya, transaksi keuangan itu diduga terkait gratifikasi di daerah Sumbar.

“Dari 190 transaksi itu berbau gratifikasi, suap, dan pemerasan,” sebutnya ketika memberikan kuliah umum pada pelatihan bersama penegak hukum di Hotel Pangeran Beach Padang. Senin, 29 Agustus 2016. Muhammad Yusuf menjelaskan, dari 109 transaksi keuangan di Sumatera Barat yang mencurigakan itu, nilai minimal berjumlah Rp500 juta. Menurutnya, transaksi itu terjadi mulai Januari hingga Juni 2016, yang diduga kuat dilakukan oleh kepala daerah, politisi, dan penegak hukum

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini sistem dan teknologi untuk melacak transaksi keuangan sudah canggih. Oknum-oknum yang memaling uang negara sekarang ini menurut Muhammad Yusuf, mulai khawatir, sehingga mereka kebanyakan kembali menggunakan cara lama dalam melakukan suap, gratifikasi, atau menyelewengkan anggaran, yakni dengan diberikan secara langsung.

“Transaksi itu patut menjadi perhatian, karena 99 persen berhubungan dengan gratifikasi, suap, bahkan pemerasan. Namun belum tentu semuanya bersifat pidana,” ulasnya.

Ia menambahkan, terkait kasus korupsi, PPATK tidak memiliki kewenangan untuk menindak. PPATK hanya bisa melakukan pengawasan yang hasilnya bisa dipergunakan aparat penegak hukum untuk diinvestigasi ataupun di idik lebih lanjut. Untuk itu, koordinasi dengan aparat penegak hukum dinilainya harus terus dipererat.
(bt/KlikP)


Top