Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


Suryanews911.com . Padang -- Pasca diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar, nama Minang Mart ternyata telah lebih dahulu didaftarkan oleh pengusaha di Bandungke Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Akibatnya, nama Minang Mart nyaris diganti dengan Kedai Minang."Kita baru tahu hal itu setelah programnya diluncurkan," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul abit.

Menurutnya, pemprov telah mencoba untuk berkomunikasi dengan pengusaha tersebut agar merek usaha itu dicabut, dan bisa digunakan sebagai program untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat banyak di Sumbar.

"Proses awalnya cukup sulit sehingga kita terpaksa mencari alternatif dengan mengajukan merek lain, yaitu Kedai Minang," ujarnya.

Penggantian nama itu tentu cukup mengganggu, karena secara umum Minang Mart telah diketahui secara umum oleh masyarakat dan telah banyak yang mendaftar untuk menjadi anggota.
Konsekuensinya, Pemprov tentu harus mengumumkan pergantian nama itu dan kembali mensosialisasikannya pada masyarakat.

Direktur Utama Grafika Jaya Sumbar, Dasril yang dipercaya untuk mengelola Minang Mart membenarkan adanya persoalan tersebut pada awal dilaksanakannya program unggulan itu.

"Karena sudah ada yang mendaftarkan, kita tentu tidak bisa lagi menggunakan nama itu. Namun, kita tetap mendaftarkannya bersama merek alternatif yaitu Kedai Minang," jelasnya.

Sekarang, merek Kedai Minang itu telah resmi menjadi milik Pemprov Sumbar untuk programnya, namun nama Minang Mart tetap diupayakan untuk dapat digunakan.

Namun, Berkat usaha pendekatan yang dilakukan ternyata diterima baik dan sang pengusaha mencabut merek tersebut sehingga secara otomatis, merek Minang Mart yang didaftarkan Pemprov Sumbar dilanjutkan prosesnya.

"Sekarang, kita juga sudah mendapatkan paten nama Minang Mart. Artinya sekarang ada dua nama yang resmi kita miliki yaitu Minang Mart dan Kedai Minang. Jadi, kita sedang mempertimbangkan nama apa yang akan digunakan," jelasnya. seperti dilansir antarasumbar

Ia memastikan, tidak ada uang yang harus dibayarkan untuk mendapatkan nama Minang Mart tersebut.
Program Minang Mart merupakan kolaborasi dari tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk membantu menggerakkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) daerah itu.

BUMD itu yaitu PT. Grafika Jaya Sumbar sebagai pengelola, PT BPD Sumbar atau Bank Nagari sebagai pemberi kredit dan PT Jamkrida Sumbar sebagai penjamin kredit.
(d3)


Top