Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911. MEDAN – Hingga saat ini masih terdapat lebih dari 300 ribu warga Kota yang belum datanya belum terekam untuk e-KTP. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Data dan Informasi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan, ‎Arfian Saragih, Selasa (23/8/2016).

‎Ia mengatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memberikan batas waktu perekaman dan penyerahan data e-KTP paling lambat hingga 30 September 2016. Namun, hingga mendekati batas akhir itu, masih banyak warga Kota Medan yang belum merekam datanya.

"Kalau yang sudah terekam itu sekira 1 juta orang. Ini kita terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kita juga jemput bola agar masyarakat mau merekam data e-KTP-nya," ujar Arfian.

Jika hingga batas waktu yang diberikan pemerintah masyarakat belum merekam data e-KTP mereka, maka pemerintah akan menonaktifkan data kependudukan mereka. Kondisi ini pun berhubungan erat dengan pelayanan kependudukan dan layanan kewarganegaraan hingga layanan sosial masyarakat lainnya.

"Yang pasti kalau sudah lewat tanggal itu, kita sudah tidak bisa lagi melakukan perekaman. Kita tinggal menunggu saja arahan dari pusat (kementerian) seperti apa. Kalau ada susulan kita laksanakan, kalau tidak ya terserah pemerintah pusat," tukasnya.

"Kita juga bingung kenapa masyarakat enggan merekam datanya untuk e-KTP. Tapi ke depan kita harap masyarakat kooperatif agar tidak ada yang dirugikan nantinya," tutupnya. (nn/okezon)


Top