Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. Simpang Empat - Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), AKBP Djoko Ananto menilai perlu berdirinya Badan Narkotika Kabupaten (BNK) terkait tingginya kasus narkotika di dearah itu.

"BNK di kabupaten tentu perlu agar lebih fokus dalam memberantasnya. Tentu diperlukan kerja sama dengan pemerintah kabupaten," katanya di Simpang Empat, Senin.

Ia menambahkan Pasaman Barat saat ini dijadikan daerah sasaran pengedar narkotika jenis ganja dari Sumatera Utara (Sumut).

"Dari kasus yang kita tangani pengakuan tersangka kebanyakan daun ganja itu berasal dari Penyabungan Sumut," sebutnya.

Apalagi, ujarnya secara geografis Pasaman Barat berbatasan langsung dengan Sumut sehingga sangat mudah dalam peredarannya.

"Kalau ada BNK lebih baik. Namun jika tidak ada maka kami akan terus berupaya memberantas narkotika, tentunya butuh dukungan semua pihak," harapnya.

Ia menjelaskan, periode Januari hingga Agustus 2016 pihaknya mengamankan sekitar 30 kilogram daun ganja, 18,96 gram sabu dengan 34 tersangka yang terdiri dari 28 kasus.

Sementara itu Bupati Pasaman Barat, Syahiran sebelumnya mengatakan pihaknya komit membantu pihak kepolisian memberantas narkoba.

"Memberantas narkoba tidak bisa dilakukan oleh pihak kepolisian saja tetapi kita semua harus berperan aktif menjaga anak kemenakan masing-masing," ujarnya.

Mengenai adanya usulan pendirian BNK, ia menilai sangat setuju sekali namun harus disesuaikan dengan aturan yang ada.

"Kami bersedia menyiapkan lahan untuk pembangunan kantor BNK nantinya. Namun tentu harus dipelajari dulu teknis dan aturannya," sebutnya.
(na/rol)


Top