Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.TEHERAN – Pemerintah Republik Islam Iran memerintahkan penangkapan para pengguna media sosial yang terindikasi menggunakan jejaring tersebut sebagai corong mengumpat, rasisme dan penggunaan lain yang dianggap menyimpang. Sedikitnya sudah 450 pengguna medsos ditahan sejauh ini.

“Orang-orang ini menggunakan media sosial untuk melakukan kegiatan tak bermoral. Contohnya, (menyebarkan pesan yang) menghina kepercayaan dan agama, ada juga yang melakukan kegiatan ilegal dalam bidang fesyen,” demikian keterangan resmi dari suatu situs milik Garda Revolusi Iran (Gherdab), seperti dikutip dari Sky News, Rabu (24/8/2016).

Kebanyakan para pengguna media sosial yang ditahan terjaring dari Instagram, Telegram dan WhatsApp. Mereka kini sedang menunggu panggilan untuk menghadiri persidangan.

Pada dasarnya, Negeri Para Mullah memang melarang penggunaan media sosial, termasuk Twitter dan Facebook. Akan tetapi, penutupan akses ke jejaring tersebut terbilang lemah. Buktinya masih banyak software yang menyediakan cara untuk mengakses medsos melalui jalur tak resmi.

Lebih dari setengah populasi Iran yang berjumlah 80 juta orang tersambung ke jaringan global ini, dan lebih dari 20 juta lainnya eksis di medsos.

Pada Mei lalu, suatu komite yang dipimpin oleh Presiden Hassan Rouhani mendesak media sosial asing untuk membuka data penggunanya dan melaporkan warga-warga Iran yang aktif menjadi konsumennya. Pemerintah memberi Facebook cs tenggat waktu (deadline) satu tahun.
(bt/okz)


Top