Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.AGAM, -- Sebanyak 10 ton ikan  milik masyarakat mati di Linggai, Duo Koto dan Sungai Tampang Maninjau kabupaten Agam sejak Jumat 26 Agustus hingga Sabtu 27 Agustus, Hal ini di sampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Agam, Ermanto pada Minggu 28/8/2016.

Ermanto mengatakan angin kencang yang melanda kawasan Maninjau Kabupaten Agam Sumatera Barat sejak beberapa hari belakangan membuat ikan milik petani keramba jaring apung (KJA) mati mendadak.

Menurutnya, ikan-ikan tersebut mati karena angin kencang yang mengakibatkan terjadi pembalikan arus di dasar danau. "Kondisi ini membuat kadar oksigen menipis dan tubo belerang naik ke permukaan," ujarnya.

Kejadian itu membuat petani mengalami kerugian sekitar Rp 190 juta karena harga ikan Rp 19.000 perkilogram.

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, Ermanto mengimbau para petani KJA segera memanen ikan mereka.

"Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari belakangan di prediksi masih akan berlangsung dalam beberapa minggu kedepan. Tapi kita minta petani waspada hingga Januari tahun depan," imbaunya.

Selain itu, petani juga diminta mengurangi memberi pakan ikan. "Mengurangi tebar benih juga penting. Jika sebelumnya benih ditebar sebanyak 10.000 ekor di petak berukuran 5x5 meter, menjadi 2.000 ekor," ulasnya.(ys/klikp)


Top