Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911.JAKARTA – Kehadiran seorang yang pernah melakukan aksi teror di DPR dinilai tak pantas. Ali Imron diketahui hadir dibawa oleh Kepala BNPT, Komjen Suhardi Alius. Hal ini dikatakan Pengamat politik Ghaez Chalifah, kepada Okezone, Jumat (26/8/2016).

“Menurut saya tidak tepat seorang teroris yang telah melakukan pembunuhan banyak orang diberikan tempat terhormat di DPR untuk bicara,” kata Ghaez.

Pelaku Bom Bali I Ali Imron diberi kesempatan mengikuti rapat tertutup dengan Pansus Terorisme di DPR. Dalam kesempatannya Ali Imron menyampaikan pengalamannya selama menjadi jihadis.

Seharusnya, Ghaez menilai, yang dimintai memberikan pandangan adalah masyarakat yang menjadi korban dari gerakan terorisme ini. Menurut dia, dengan munculnya Ali Imron di DPR akan membangun persepsi yang negatif di tengah masyarakat.

“Bukan kalangan dari terorisnya yang diberikan tempat tapi masyarakat yang merasa di rugikan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kepala BNPT, Komjen Suhardi Alius mengajak Ali Imron untuk menceritakan pengalamannya selama menjadi jihadis kepada Anggota DPR dalam rapat dengan Pansus Terorisme.

Suhardi beralasan, dirinya mengajak adik dari Imam Samudera itu, yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalamannya selama menjadi jihadis ini agar Pansus Terorisme mendapat gambaran dari mantan pelaku. (nn/okezon)


Top