Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews9911.JAKARTA - Penyidik harus menggunakan Criminal Justice System (CJS) untuk melakukan penyidikan atas aksi teror bom di Gereja Khatolik Santo Yosep, di Jalan Dr Mansyur Kota Medan, Sumatra Utara. Hal ini dikatakan Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati (Nuning), saat berbincang dengan Okezone, Senin (29/8/2016).

"Aparat harus menggunakan CJS, untuk telusuri jaringan pelaku bisa melalui alat telekomunikasi atau pelajari lingkungan pelaku bom bunuh diri itu," kata Nuning.

Susaningtyas mengatakan bahwa kepolisian tidak harus percaya kepada pelaku bom bunuh diri tersebut jika dirinya disuruh oleh orang tak dikenal (OTK).

"Meski dia melakukannya dengan motif uang pun, setidaknya ia bisa memberikan gambaran sosok OTK tersebut," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa seorang pemuda berinisial IAH (18) ditangkap jemaat Gereja Katolik Stasi St Yosep Medan karena melakukan percobaan bunuh diri saat para jemaah tengah melaksanakan kebaktian. Karena gagal meledakkan diri, pelaku kemudian menyerang pastor di Gereja tersebut dengan pisau dan kampak.

Pelaku pun berhasil melukai sang Pastor yang tengah memberikan khotbah. Namun ia sang Pastor hanya mengalami luka di bagian tangannya. Sementara pelaku berhasil ditangkap dan babak belur dihajar para jemaat. (nn/okezon)


Top