Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.Jakarta - Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperingatkan calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, untuk tidak membocorkan informasi intelijen setelah ia mengikuti sesi pemaparan dengan badan intelijen menjelang pemilu November mendatang.

Pada Kamis (4/8) di Pentagon, Obama mengonfirmasi bahwa Trump dan rivalnya, Hillary Clinton, akan mengikuti sesi pemaparan dari Intelijen Nasional AS. Sesi ini akan diikuti oleh kedua capres beserta dengan masing-masing cawapres mereka.

Pemaparan itu akan berisi informasi rahasia yang didapatkan intelijen AS soal berbagai krisis di dunia dan ancaman keamanan. Obama menegaskan informasi yang diberikan Intelijen Nasional AS kepada Trump dan Clinton harus tetap dirahasiakan dari publik.

"Mereka sudah diberitahu bahwa pemaparan ini bersifat rahasia. Dan jika mereka ingin menjadi presiden, mereka harus bersikap seperti presiden, dan itu berarti mereka harus dapat menerima informasi ini tanpa menyebarkannya," ujar Obama, menanggapi pertanyaan wartawan soal kekhawatirannya bahwa Trump akan membocorkan informasi intelijen kepada publik.

Sejumlah anggota Republik dan pendukung Trump sebelumnya menyatakan bahwa Clinton seharusnya tidak menerima paparan intelijen, karena tersangkut skandal email ketika ia masih menjabat sebagai menteri luar negeri.

Terkait hal ini, Obama menyatakan, "Kami akan bertindak sesuai hukum, yaitu bahwa, sesuai tradisi dan hukum, jika seseorang menjadi calon presiden mereka akan mendapatkan pemaparan soal situasi keamanan, sehingga jika mereka menang, mereka sudah memiliki persiapan," dikutip dari Reuters.

Mendukung Clinton, Obama kerap kali terbuka atas ketidaksukaannya terhadap Trump. Obama sebelumnya menyebut Trump tidak layak dan tidak siap menjadi calon presiden AS.

Selasa (2/8) lalu, Obama bahkan mempertanyakan kepada para anggota Partai Republik, mengapa mereka belum juga menarik dukungannya terhadap Trump, capres yang akan memberlakukan pelarangan umat Muslim memasuki AS dan membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko.
(bt/cnn)


Top