Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911. JAKARTA - IAH yang merupakan pelaku percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yosep, Medan, tidak terkait kelompok teroris mana pun. Hal ini dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/8/2016).

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata lelaki berusia 17 tahun 10 bulan ini terobsesi dengan kelompok garis keras yang diproklamirkan Abu Bakar al Baghdadi dan ISIS.

"Sementara tidak ada jaringan yang bisa dihubungkan dengan aksi teror dia. Kira-kira dari HP yang disita aparat keamanan, si anak ini terobsesi dengan Abu Bakar al Baghdadi dari ISIS, karena di situ di ransel ditemukan I Love Al Baghdadi, kemudian cuplikan-cuplikan dari hasil internetan tentang ISIS," kata Wiranto.

Sementara itu, di tempat kos IAH juga ditemukan berbagai alat dan bahan untuk merakit bom, di antaranya, kabel tembaga, teravo, dan serbuk yang diduga bubuk mesiu atau black powder serta 85 lampu bohlam. Namun, bahan-bahan peledak tersebut dinilai sangat sederhana dan menghasilkan daya ledak rendah.

Lalu karena masih berusia di bawah 18 tahun, IAH akan dikenakan pasal kejahatan di bawah umur. "Undang-undang yang mengatur kejahatan di bawah umur," pungkasnya. (nn/okezon)


Top