Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911. PASAMAN -- Masyarakat di Kabupaten Pasman sudah dibuat resah oleh ulah para pencuri ternak. Aksi pencurian ternak kembali marak di Kabupaten Pasaman-Sumatera Barat dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini dikatakan Kapolres Pasaman, AKBP Reko Indro Sasongko.

Ketika dikonfirmasi KLIKPOSITIF, Kapolres membenarkan para pencuri ternak mulai beraksi kembali di Pasaman. "Saya telah memerintahkan pada Kasat Reskrim dibantu Kasat Intelkam untuk bergerak cepat mencari dan mengejar pelaku pencurian ternak‎ ini," kata Reko, Senin 29 Agustus 2016.

Di Jorong Sentosa, Nagari Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, 2 orang warga menjadi korban pencurian sapi, Minggu 28 Agustus 2016. Para korban kehilangan 5 ekor sapi yang diperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp90 juta.

Sementara itu, salah seorang warga, Ahmad Husein mengaku korban sudah melaporkan kasus pencurian ternak tersebut ke Kantor Polsek Panti No.STBL.96/VIII/2016/Sumbar/Res-Psm/Sek-Pnt. Namun, hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

‎Kapolres mengatakan bahwa setelah acara Kapolri di Padang hari ini, dia langsung ke Pasaman untuk menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait tentang pencurian ternak. ‎Kapolres mengaku sudah menyusun strategi untuk penanganan persoalan pencurian ternak ini, diantaranya melakukan kegiatan pre-emtif.

"Kita melakukan upaya persuasif dengan memberi imbauan kepada masyarakat untuk tingkatkan sistim Keamanan Lingkungan (Siskamling) terpadu," tuturnya.

Melakukan kegiatan preventif yakni, upaya pencegahan dengan meningkatkan patroli malam dari Polres dan Polsek. Selanjutnya, kegiatan represif yakni, upaya penegakan hukum dengan mengejar dan menangkap pelaku kejahatan‎.

Sementara itu Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat Pasaman agar selalu meningkatkan kewaspadaan terkait dengan persoalan ini. (nn/klikpositif)


Top