Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.Sukabumi -- Komisi Pemberantasan Korupsi membutuhkan tambahan penyidik untuk menambah daya gedornya dalam membongkar kasus. Lembaga Antikorupsi pun sudah berkomunikasi dengan Kepolisian untuk mencari tambahan 'amunisi' ini.

Kedua pimpinan lembaga sempat bertemu pada Jumat, 19 Agustus kemarin. Saat itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyambangi Kantor KPK di Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Menurut dia, tambahan penyidik juga tak lepas dari rencana KPk untuk membuka perwakilan di daerah mulai 2017. Penyidik memang berperan penting dalam tubuh lembaga yang berdiri sejak 2003 itu seperti dalam tugas operasi tangkap tangan (OTT).

Saat ini, kata dia, penyidik KPK hanya sekitar 72 orang. Sementara, setidaknya Lembaga Antikorupsi membutuhkan sekitar 200 penyidik.

"Apabila SDM, penyidik, bisa dipenuhi dampaknya OTT juga enggak kendor. Kemudian bisa bangun kasus baru (melalui penyelidikan)," ungkap dia.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menambahkan pemberantasan korupsi akan jauh lebih maksimal dengan dukungan SDM yang memadai. Pasalnya, satu penyidik bisa menangani dua sampai empat perkara secara bersamaan.

"Maka kita harapkan bisa dapat tambahan sekitar 128 penyidik lagi untuk bisa dapatkan personil penyidik 200 orang untuk menutupi tugas-tugas supaya bisa lebih cepat," kata Basaria.

Sementara, pada kunjungan ke KPK Jumat lalu, Tito menyatakan komitmennya untuk mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi. Dia siap menambah kekuatan SDM KPK serta meningkatkan kerja sama dalam program pemberantasan dan pencegahan korupsi.(ys/metro)




Top