Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.SEOUL - Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan bawah laut di Semenanjung Korea untuk memonitor pergerakan kapal selam Korea Utara (Korut). Langkah ini seiring aksi Pyongyang menembakkan rudal balistik dari kapal selam yang menambah ketegangan di wilayah tersebut.

Pengawasan juga akan difokuskan pada laut sekitar pangkalan kapal selam utama Pyongyang di Sinpo, yang terletak di provinsi timur laur negara itu, Hamkyung. Fokus latihan militer kedua negara juga akan dikalibrasi ulang untuk menangani situasi seperti beberapa tindakan anti kapal selam telah dimasukkan.

"Lingkungan bawah laut yang terkait dengan operasi militer terdiri dari antara lain fitur topografi, suhu air, kedalaman air, dan arus pasang surut. Sebuah analisis mendalam dari mereka akan membantu mendeteksi gerakan kapal selam Korut dan kemungkinan infiltrasi ke dalam air laut di selatan," kata pejabat Korsel kepada kantor berita Yonhap seperti dikutip dari IB Times, Minggu (28/8/2016).

Sementara itu sumber-sumber di kementerian pertahan Korsel mengatakan bahwa kapal selam bertenaga nuklir AS akan mengawasi Laut Kuning yang berada di dekat perbatasan untuk mencegah setiap infiltrasi Korut.

Selain itu, angkatan laut Korsel juga akan menempatkan pasukannya untuk memeriksa setiap infiltrasi berbasis laut dari Korut. Kepala Angkatan Laut Korsel, Laksamana Jung Ho-sub, telah memerintahkan pasukan Seoul berada dalam kesiapan tempur penuh untuk melawan provokasi dari Utara.(ys/sindo)


Top