Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.PADANG - Pengamat Tata Kota dari Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatra Barat Eko Alvares menilai selama setahun ke belakang kemacetan kendaraan di kota tersebut mengalami peningkatan ditinjau dari lama waktu tempuhnya.

"Beberapa faktor yang menyebabkan kemacetan tersebut antara lain peningkatan jumlah dan kapasitas kendaraan, tidak disiplinnya pengendara khususnya motor, parkir yang tidak beraturan, serta tidak bertambahnya ruas jalan," katanya, di Padang, Kamis (4/8).

Dia menjelaskan peningkatan jumlah dan kapasitas kendaraan ini terjadi akibat semakin murah dan mudahnya masyarakat mendapatkan kendaraan, meski harga mahal namun kreditnya murah. Sedangkan dalam hal ini terkait kepemilikan kendaraan, pemerintah juga belum memiliki regulasi yang jelas.

Kemudian masih berbanding lurus dengan hal tersebut, banyaknya kendaraan ini disertai juga dengan rendahnya disiplin pengendara mulai dari tidak memiliki Surat Izin Mengemudi, pelanggaran rambu dan parkir tidak beraturan.

Salah satu bukti meningkatnya kemacetan dan waktu tempuh ini terlihat di beberapa jalan protokol seperti dari Ulak Karang hingga Pasar Raya yang biasa bisa ditempuh selama 10 menit kadang menjadi setengah jam. Kemudian di jalan Rasuna Said terjadi antrean panjang kendaraan saat pagi hingga ratusan meter tepat di lampu merah.

Bahkan untuk perbandingan saat ini, jalan Padang-Bukittinggi yang menjadi permasalahan bukan kendaraan mobil namun motor yang tidak beraturan dalam berkendara.

Solusi angkutan massal ini sebetulnya telah terjawab dengan adanya Trans Metro Padang, akan tetapi masih belum cukup jumlah armadanya serta masih terbatasnya rute menjadikan peranannya masih jauh dari harapan masyarakat.
(bt/rol)


Top