Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Simpang Empat  - Harga ikan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), naik satu minggu terakhir karena kelangkaan ikan di pasaran.

"Produksi ikan langka karena nelayan banyak tidak melaut karena cuaca ekstrim. Hal itu berimbas pada kenaikan harga ikan," kata Kepala Unit Pelaksana Tugas PPI Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Pasaman Barat, Sofian Ahmad di Simpang Empat, Minggu.

Ia menambahkan harga ikan mengalami kenaikan sejak satu minggu terakhir.

Seperti ikan tenggiri dari harga Rp45.000 per kilogram naik menjadi Rp48.000 perkilogram.

Sedangkan ikan jenis tongkol dari Rp13.000 menjadi Rp16.000 perkilogram. Jenis ikan lain juga mengalami kenaikan yang sama.

Ia menyebutkan dalam keadaan cuaca normal pasokan ikan per harinya di PPI Aia Bangis rata-rata tujuh sampai sembilan ton perhari.

Bahkan pada musim puncak pasokan ikan yang didaratkan mencapai 15 ton. Namun akibat cuaca ekstrim dalam satu minggu terakhir pasokan ikan hanya dua ton setiap harinya.

Sementara itu, ketua UPT PPI Sasak Ranah Pasisia, Asnil mengatakan stok ikan di PPI itu kosong karena nelayan tidak ada yang melaut karena cuaca ekstrim.

"Satu minggu terakhir pasokan ikan kosong di UPT PPI Sasak kosong karena nelayan takut melaut karena ombak tinggi dan angin badai. Kami berharap cuaca kembali normal," harapnya.

Satu minggu terakhir nelayah di Pasaman Barat tidak melaut karena cuaca ekstrim. Mereka memilih "parkir" atau tidak melaut sementara karena cuaca buruk.

"Benar, di Pantai Sasak ada sekitar 200 kepala keluarga (KK) tidak melaut karena cuaca ekstrim," kata Wali Nagari (kepala desa) Sasak, Arman.

Akibat tidak melautnya nelayan, tambahnya berdampak pada kelangkaan ikan dan naiknya harga ikan dipasaran.
(na/antara)


Top