Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911.JAKARTA - Seharusnya di usia Indonesia yang sudah menginjak 70 tahun ini persoalan toleransi antarumat bergama sudah selesai karena kita menganut sistem demokrasi yang mengatur kebebasan berpendapat dan termasuk beragama.  Hal ini dikatakan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, Tito di Gedung CDCC, Jakarta Pusat, Rabu (4/8/2016).

"Toleransi agama masih menjadi persoalan, seharusnya kerukunan umat beragama sudah selesai, jadi kita di antara demokrasi liberal yang bebas untuk berbicara, berpendapat, dan beragama dan itu dilindungi UU. Kebebasan ini di satu sisi juga dapat digunakan untuk menyampaikan ketidaksepakatan atas sesuatu," ungkap

Selain itu, menurut Tito, konflik atas nama agama lebih besar risikonya dibandingkan dengan konflik separatisme dan perang antarbangsa. Sebab, konflik agama cenderung mencari mati dan mereka menganggap mati dengan cara yang suci alias langsung masuk surga.

"Konflik separatis, perang antarbangsa didasari oleh patriotisme dan nasionalisme, konflik yang paling berat adalah yang bersumber dari agama karena menganggap in the name of god, perintah dari Tuhannya langsung," pungkas Tito.
 
Seperti diketahui, Center For Dialoge and Cooperation among Civilizations (CDCC) gelar dialog bersama Kapolri di Gedung CDCC Jalan Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat membahas toleransi umat beragama. Dialog tersebut dihadiri oleh Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsudin, dan sejumlah tokoh perwakilan agama. ( nn/okezon)


Top