Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. MEDAN - Polisi mengonfirmasi identitas pelaku teror bom di gereja Katolik Statis Santa Yosep Jl Dr Mansyur, Medan Selayang. Pelaku diketahui berinisial IAH (18), warga Medan Selayang. Identitas ini sesuai dengan yang tercantum dalam foto kartu tanda penduduk yang beredar.
Sebelumnya, polisi belum bisa memberikan identitas pasti pelaku yang diciduk dengan alasan masih diinterogasi. Bahkan, beredar pula informasi bahwa KTP tersebut dipalsukan.
"Identitasnya betul sesuai dengan KTP tersebut. Wakapolresta Medan sudah cek melalui camat dan sekcam untuk cek KTP tersebut dan dinyatakan benar," kata Rina, Ahad (28/8).
Rina mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan motif perbuatan yang dilakukan pelaku. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penelusuran terkait latar belakang kasus dan pelaku.
"Tim gabungan Polresta Medan dan Polda Sumut masih terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan kepada pelaku untuk mengetahui motif dan jaringan pelaku," ujar Rina.
Sebelumnya, percobaan bom bunuh diri terjadi di gereja Katolik Statis Santa Yosep di Jl Dr Mansyur, Medan, Ahad (28/8) sekitar pukul 08.30 WIB. Selain itu, pelaku juga melakukan penyerangan terhadap pastor Albert S Pandingan (60) yang sedang berkhotbah di gereja tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, sebelum kejadian, pelaku diketahui duduk di sebelah seorang saksi bernama Nana Manulang (23), warga Medan Selayang. Berdasarkan pengakuan saksi, saat itu, dia melihat pelaku sedang merakit benda yang diduga bom.
"Saksi melihat baterai dan pipa yang ada di dalam jaket warna emas. Kemudian pelaku berdiri dan dari dalam ransel mengeluarkan asap dan suara seperti petasan tapi tidak terlalu keras serta mengeluarkan kembang api," jelas Rina.
Pelaku kemudian berlari mengejar pastor Albert sambil membawa kapak dan dipukulkan ke arahnya. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Atas hantaman benda tajam itu, pastor Albert mengalami luka di tangan sebelah kiri. Para jemaat gereja pun kemudian berhasil mengamankan pelaku.
"Identitas pelaku sedang diteliti. Masih dilakukan interogasi dan pengembangan," kata Rina sebelumnya.
(NA/ROL)


Top