Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.MEDAN - Dua orang narapidana (napi) di lembaga permasyarakatan (Lapas) Kelas 2 A Binjai, Kota Binjai, Sumatera Utara, tiba-tiba meninggal dunia. Keluarga korban pun berencana untuk melaporkan ke polisi terkait meninggalnya napi tersebut.

Iwan, adik kandung Warisno (38), salah seorang napi yang meninggal, mengatakan sebelum meninggal kakaknya masih sempat menghubungi istrinya melalui telefon seluler dari dalam lapas.
"Selama ini abang saya tidak pernah ada mengeluh sakit. Padahal pagi dia masih menghubungi istrinya," kata Iwan kepada wartawan, Selasa (23/8/2016).

Warisno warga Dusun 7, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Langkat merupakan napi kasus pupuk milik Lee Bun adik Ali Opek yang ditangkap Polres Binjai. Dia dinyatakan tewas di dalam Lapas sebelum dibawa ke rumah sakit pada Minggu 21 Agustus.
"Sebelum sampai di rumah sakit, abang saya kata dokter sudah tidak bernapas lagi. Kami juga sudah melaporkan kasus ini ke Polres Binjai," ujar Iwan.

Pihak lapas yang membawa penghuni sel tahanan no 14 Blok G ke rumah sakit itu, masih sempat melihat Warisno bersama napi lainnya menonton bersama di dalam lapas.
Selain Warisno, seorang napi Lapas Kelas 2 A Binjai yang meninggal bernama Budi (40), warga Kelurahan Binjai, Binjai Kota. Ia tewas tak lama setelah meninggalnya Warisno. Penyebab kematian napi kasus narkotika itu disebut karena menderita asma selama berada di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas 2 A Binjai I Made Darmajaya membenarkan adanya dua napi yang tewas secara mendadak di dalam lapas yang dikomandoinya itu.

Menurut Darmajaya, kedua napi itu tewas setelah dibawa ke RS Djoelham Binjai. "Benar. Ada dua napi yang tewas, tapi bukan di dalam lapas, melainkan di rumah sakit," katanya.

Disebutkan dia, Warisno merupakan salah satu napi yang mendapat remisi HUT ke-71 RI. "Kebetulan dia satu dari 488 narapidana penerima remisi pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 Kemerdekaan RI kemarin. Sesuai rencana, pada 25 Agustus 2016 ini, dia akan dibebaskan," ujarnya.
Selama di dalam lapas, sambungnya, Warisno tidak pernah mengeluh menderita penyakit.
(bt/okz)


Top