Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911.PEKANBARU–Musim kemarau yang melanda sebagian besar wilayah Riau saat ini sangat mengharapkan terjadinya hujan alami, serta berharap peningkatan kesadaran pada masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Riau, Fadrizal Labay, Jumat 19 Agustus 2016.

"Kami kekurangan logistik dan peralatan, sehingga diharapkan peran serta masyarakat setempat untuk sadar dan tidak membakar hutan dan lahan," kata Fadrizal Labay.

Fadrizal Labay tidak menyebut logistik dan peralatan seperti apa yang dibutuhkan tersebut. Tapi dengan berbagai kekurangan itu ia berharap hujan buatan bisa diprogramkan hingga akhir puncak musim kemarau. Ia menilai, tanpa bantuan hujan buatan akan kesulitan mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Riau.

"Hujan buatan setidaknya harus tetap dilanjutkan hingga Oktober, sesuai prediksi puncak musim kemarau 2016. Sebab, kondisi di Riau ini memang tengah kekeringan, jarang turun hujan, suhu udara maksimum cukup tinggi sehingga tanpa dibantu hujan buatan, akan sulit mengantisipasi munculnya titik panas," ujarnya.

Namun, Fadrizal mengaku belum mendapat pemberitahuan terkait adanya pemberhentian sementara program hujan buatan.

"Program hujan buatan maupun water bombing dari pemerintan pusat hingga kini masih berlangsung. Hujan buatan terbukti bisa menurunkan titik panas. Terbukti memang ada penurunan jumlah titik panas dalam dua hari terakhir setelah turun hujan," paparnya. (nn/klikpositif)


Top