Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews9911. KOTAWARINGIN TIMUR - Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat 65 desa dan 14 kelurahan yang sangat rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Hal itu mengingat Pemerintah daerah harus melakukan antisipasi secara cepat. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Sutoyo, di ruang kerjanya, Senin (29/8/2016).

“Antisipasi tentu harus dimulai dari sekarang. Pencegahan adalah hal penting yang harus dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, 65 desa dan 14 kelurahan yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan tersebut tersebar di sembilan kecamatan. Di Kecamatan Baamang, ada lima kelurahan satu desa, yang rawan terjadi kebakaran, yakni Kelurahan Baamang Hulu, Baamang hilir, Baamang Tengah, Baamang Barat, Tanah Mas, dan Desa Tinduk.

Di Kecamatan MB Ketapang, terdapat Kelurahan MB Hulu, MB Hilir, Ketapang, Sawahan, Pasir Putih, serta di beberapa desa, seperti Desa Pelangsiang, Bapeang, Eka Bahurui, Telaga Baru, Bapanggang Raya, dan Bangkuang Makmur yang rawan karhutla.

Di Mentaya Hilir Utara ada tujuh desa yang rawan karhutla yaitu, Desa Pondok Damar, Bagendang Hilir, Tengah, Hulu, Natai Baru Sumber Makmur dan Bagendang Permai. Kecamatan Mentaya Hilir Utara ada 10 desa yakni Desa Samuda Kota, Basirih Hilir, Sebamban, Samuda Besar, Samuda Kecil, Hanaut, Babirah, Serambut, Babaung dan Jaya Kelapa.

Kecamatan Teluk Sampit terdapat enam desa yang rawan terjadi Karhutal. Kecamatan Kotabesi ada dua kelurahan dan Sembilan desa. Kecamatan Seranau 1 kelurahan dan empat desa. Pulau Hanaut ada Sembilan desa. Sementara itu, di Kecamatan Parenggean terdapat satu kelurahan dan 12 desa yang rawan kebakaran.

Selain itu, 79 desa dan kelurahan di Kotim paling rawan karhutla. Desa dan kelurahan tersebut harus diawasi dengan patroli petugas sesering mungkin.

“Desa tersebut selama ini sudah sering kali mengalami kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya karena memang memiliki lahan gambut yang mudah terbakar,” katanya. (nn/okezon)


Top