Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911. KOTIM – Satelit Tera Aqua milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sampit mencatat ada sebanyak 12 titik panas atau hotspot terpantau di dua kecamatan wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, Jumat (26/8/2016) pagi. Kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Sutoyo, di ruang kerjanya.

“Dari laporan dan informasi Pak Camat Teluk Sampit tadi malam, malam, memang ada kebakaran lahan di wilayahnya. Kebakaran sudah hampir 12 hektare,” ujarnya.

Ia menjelaskan, titik panas itu terpantau masing-masing dua titik di Kecamatan Pulau Hanaut dan 10 titik di Kecamatan Teluk Sampit. Dari data terlihat, titik panas terpantau sejak kemarin, sehingga diduga kuat kebakaran lahan.

Sutoyo mengatakan bahwa meningkatnya titik panas tersebut diindikasikan menunjukkan peningkatan kebakaran lahan di daerah tersebut. Satuan tugas (Satgas) penanganan kebakaran hutan dan lahan bersiaga melakukan pemadaman di lokasi, terutama di Kecamatan Teluk Sampit yang diketahui kerap terjadi kebakaran lahan.

Kebakaran yang dilaporkan oleh Camat Teluk, Sampit Syamsurijal tersebut terjadi di lahan kosong. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut karena pihaknya bersama tim satgas belum sampai ke lokasi kebakaran.

Kebakaran lahan di wilayah Kotawaringin Timur rata-rata terjadi di lahan milik warga. Sehingga pihaknya menduga kebakaran itu karena faktor kesengajaan.

Sementara itu, sejak penetapan status siaga penanganan Karhutla di Kotim, sudah 21 kejadian kebakaran lahan yang ditangani oleh tim penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Mulai terpantaunya titik panas ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan dini harus dilakukan agar tidak sampai terjadi kebakaran lahan sporadis.

Pihaknya, tegas Sutoyo, bersama instansi terkait lainnya juga selalu memantau perkembangan pemantauan titik panas. Jika ada titik panas terpantau di Kotawaringin Timur, maka langsung ditindaklanjuti dengan mengirim tim memeriksa langsung ke lokasi titik koordinat titik panas tersebut.

Antisipasi dini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, pemerintah daerah melarang masyarakat membakar lahan karena akan menimbulkan dampak buruk bagi semua orang.

“Bagi yang nekat melanggar, maka harus siap menerima sanksi hukum atas perbuatan itu,” katanya.

Pemerintah Kotim bersama TNI/Polri dan pihak terkait lain, sangat serius berupaya mencegah kebakaran lahan di daerah ini. Tahun lalu, Kotim, termasuk daerah terparah di Kalimantan Tengah yang dilanda kebakaran hutan lahan sehingga berdampak pada perekonomian dan kesehatan masyarakat. (nn/okezon)


Top