Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.KALTARA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melibatkan batalyon Zeni TNI Angkatan Darat (AD) dalam pembangunan jalan darat di perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) dengan Sabah, Malaysia.

Menurut staf Kementerian PUPR, Yuda Sandi Utama, pihaknya telah bekerja sama dengan Direktorat Zeni TNI AD dengan nilai kontrak Rp20 miliar untuk bekerja bersama membuka lahan dan membangun jalan darat menuju perbatasan.

"Kami telah meneken kontrak Rp20 miliar untuk pembangunan jalan, dibantu batalyon Zeni TNI Angkatan Darat," jelas Yuda di Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (4/8/2016).

Yuda mengatakan, Kementerian PUPR akan membangun jalan dari Kecamatan Mansalong, Kabupaten Nunukan, Kaltara menuju wilayah perbatasan di kecamatan Lumbis Ogong dan Desa Sumantipal yang berjarak 155 kilometer.

Dari total jarak itu, sejauh ini baru 22 kilometer yang berhasil dilakukan pembebasan lahan dan hanya dua kilometer yang telah diaspal. Kementerian PUPR terkendala pembebasan lahan adat dalam realisasi pembangunan jalan.

"Kami berharap seluruh kepala adat membantu mengeluarkan surat dukungan pembangunan jalan darat. Pembangunan jalan diperlukan guna memudahkan masyarakat mengakses jalan ke pusat Kota Nunukan," jelas Yuda. Yuda juga mengharapkan adanya tambahan anggaran alokasi Tahun 2017 untuk pembangunan jalan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Makmur Marbun dalam kunjungan kerjanya meninjau perbatasan Kalimantan Utara-Sabah, mengatakan saat ini akses warga perbatasan di kecamatan Lumbis Ogong dan Desa Sumantipal ke Kecamatan Mansalong, Kabupaten Nunukan hanya dapat diakses melalui sungai dengan perahu kayu ketinting selama tiga hingga empat jam.

Penggunaan perahu tidak efektif karena memakan waktu lama serta biaya antara enam hingga Rp12 juta pulang-pergi untuk keperluan membeli solar.

Warga Indonesia di perbatasan Kalimantan-Sabah, terpaksa pergi ke Malaysia untuk mengakses kebutuhan pokok dan sarana kesehatan karena jaraknya lebih dekat, hanya satu jam perjalanan menyusuri sungai.

"Makanya pembangunan jalan darat harus segera dilakukan. Kami akan segera merekomendasikan kepada kementerian terkait," kata Marbun.
(bt/okz)


Top