Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.Jakarta - Banyaknya makam fiktif yang ditemukan di Jakarta membuat Pemprov DKI Jakarta terus melakukan penelusuran. Total sudah ada 212 makam yang dipastikan fiktif dan telah dibongkar oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.

"Yang sudah dibongkar 212. Ada di TPU Tegal Alur, Tanah Kusir, Menteng Pulo dan Karet Bivak, dan Pondok Ranggon," ungkap Kabid TPU Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Siti Hasni, Rabu (4/8/2016) malam.

 Hingga saat ini seluruh petugas Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta di setiap TPU-TPU yang ada di Jakarta disebutnya masih terus melakukan penelusuran untuk mencari makam-makam fiktif. Hasni menyatakan tidak ada target kapan kasus ini akan selesai.

Meski ditemukan ada banyak fiktif di banyak TPU, Hasni memastikan DKI Jakarta tidak kekurangan lahan. Hanya saja perluasan TPU-TPU memang diperlukan. "Kita sebenarnya cukup. Tapi perluasan lahan tetap perlu," kata Hasni.

Masalah makam fiktif yang ditengarai sudah berlangsung lama ini berbuntut panjang. Setidaknya sudah ada 48 PNS yang sudah dicopot dari jabatannya akibat bekerja sama dengan calo di kasus makam fiktif.

Namun dengan terbongkarnya masalah ini, sebut Hasni, terdapat efek baiknya juga. Yakni kesadaran ahli waris untuk membayar biaya administrasi makam, terutama yang sudah lama menunggak. "Mereka memperpanjang makam-makam yang sudah lewat waktu, mereka takut makam keluarganya dibongkar," jelas Hasni.

Sebelumnya Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ikut membongkar makam fiktif di TPU Karet Bivak, Rabu (3/8). Kepada Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat Munjirin yang mendampinginya, Djarot meminta agar kasus makam fiktif terus ditelusuri dan diselesaikan hingga ke akar-akarnya.
(bt/detik)


Top