Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911. JAKARTA – Sebanyak 177 warga negara Indonesia (WNI) yang tertahan di Filipina karena menggunakan paspor palsu adalah tindakan melawan hukum. Hal ini dikatakan Anggota Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amalia, kepada Okezone, Minggu (21/8/2016).

"Nampaknya karena ingin cepat berangkat jadi melakukan tindakan apapun. Padahal itu melawan hukum. Menggunakan identitas yang tidak valid dokumennya," kata Ledia.

Ledia menduga bahwa aksi itu didorong karena tak sabar menunggu giliran untuk berangkat ke Tanah Suci.

Diberitakan sebelumnya bahwa ratusan WNI dicegat Biro Imigrasi Filipina karena dicurigai menggunakan paspor haji palsu untuk terbang ke Arab Saudi. Dalam paspornya, tercantum mereka adalah warga negara Filipina. Namun karena gelagatnya mencurigakan saat diajak bicara, akhirnya mereka mengakui identitas asli mereka.

Mereka awalnya datang sebagai wisatawan. Tetapi sesampainya di Filipina mereka membayar orang untuk membuatkan paspor Filipina sehingga bisa berangkat dari negara itu, mengingat kuota haji di negaranya terbatas. (nn/okezon)


Top