Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911. JAKARTA - Insiden kerusuhan yang berujung pembakaran dan pengrusakan sejumlah rumah ibadah di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Jumat 29 Juli 2016 akibat adanya provokasi yang tersebar secara viral di media sosial (medsos). Hal ini dikatakan  Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (31/7/2016).

Tito menjelaskan kerusuhan awalnya terjadi karena kesalahpahaman antar tetangga yang dipicu pengeras suara dari salah satu masjid di sana.

"Sebenarnya adalah masalah miskomunikasi antar tetangga. Karena ini adalah penduduk lama di situ, bukan penduduk baru. Cuma mungkin kurang komunikasi, ada kata-kata yang kurang pas ketika ada suara pengeras suara dari masjid, sehingga ada warga keturunan yang berbicara agak keras," papar Tito.

Tito menjelaskan bahwa perselisihan dan perdebatan tersebut saat itu sedang diselesaikan antar warga. Namun, karena perdebatan terus terjadi akhirnya warga membawa masalah ini ke polsek sekitar.

Saat sedang di Polsek itulah, beredar pesan di media sosial yang bernada provokatif yang memicu emosi para warga sehingga terjadi tindakan pengrusakan.

Tercatat delapan vihara mengalami pengrusakan dan pembakaran akibat massa yang mengamuk. Tito memastikan saat ini kondisi sudah aman serta terkendali.

 "Nah ini sampai dengan hari Sabtu pagi, situasi sudah terkendali," tukas Tito. (nn/okezon)





Top