Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911. LONDON -- Hasil penelitian menunjukkan tinta tato dapat meningkatkan risiko kanker lebih besar pada tubuh seseorang. Bahkan, Badan Kimia Eropa (ECHA) memeringatkan bahwa tinta yang digunakan untuk tato berpotensi beracun.

Tinta tato dapat menyebabkan masalah kulit, reaksi alergi, gatal-gatal yang menyakitkan yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Reaksi tersebut kemudian diikuti dengan peningkatan risiko kanker. Hal ini berdasarkan laporan penelitian seperti dikutip dari Mirror, belum lama ini.

Selain itu, ECHA juga menyebutkan bahwa warna tato yang paling berbahaya yaitu warna merah. Warna tinta merah untuk tato disebutkan paling berbahaya dibandingkan biru, hijau dan hitam. “Kekhawatiran yang paling parah adalah alergi yang disebabkan oleh zat dalam tinta yang berasal dari karsinogenik, mutagenik atau reproduksi efek toksik," tulis laporan ECHA.


Salah satu pemilik lima jasa tato di Kent, dan juga Presiden Tattoo and Piercing Union di Inggris, Rick Steven menyambut baik hasil temuan tersebut. Menurut dia saat ini terdapat lonjakan penjualan tinta tato murah dari Cina dengan kualitas yang diragukan.

Sementara itu, sebuah studi dari Komisi Pusat Penelitian Eropa menemukan regulasi untuk penggunaan tato di Inggris yang paling longgar di Eropa. Pentato di Inggris tidak diwajibkan menggunakan sarung tangan. Padahal beberapa kliennya sering berdarah. Mereka juga diperbolehkan menggunakan kembali jarum yang sudah pernah digunakan untuk klien yang lain. Hal ini tentu meningkatkan risiko dari infeksi silang.   (nn/rol)



Top