Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. Padang - Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat (Sumbar) mencatat terjadi 71 kasus kecelakaan kendaraan bermotor pada 19 kota/ kabupaten provinsi itu sejak Operasi Ramadniya 2016 dimulai hingga H+3.

"Kami sudah mengakumulasikan seluruh kasus kecelakaan dari seluruh Polresta per tanggal 10 Juli 2016. Jika dibandingkan dengan tahun lalu ada sedikit penurunan," kata Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Budi Prasetyo di Padang, Senin.

Ia mengatakan hingga saat ini tercatat dari seluruh kejadian ada 13 orang yang meninggal dunia, luka berat 44 orang dan luka ringan ada 73 orang. Sedangkan untuk kerugian materil mencapai angka Rp154 juta.

"Untuk tahun 2015 pada saat yang sama ada 92 kasus korban meninggal 16 orang, luka berat 52 orang dan luka ringan 137 orang. Untuk kerugian materil mencapai angka Rp406 juta.

Dia menyebutkan dari data yang ada hingga saat ini jika dibandingkan dengan tahun lalu ada penurunan yang signifikan namun data ini belum lengkap karena operasi masih berjalan hingga lima hari kedepan.

"Untuk korban yang tertabrak semalam di Dharmasraya belum terhitung karena akan dimasukkan untuk laporan besok," kata Budi.

Ia menyebutkan dari seluruh wilayah hukum Polda Sumbar, Polresta Padang Pariaman memiliki jumlah kasus tertinggi sebanyak sepuluh kasus, diikuti oleh Polresta Pasaman Barat sebanyak delapan kasus dan Polresta Lima Puluh Kota sebanyak tujuh kasus.

"Dari ketiga wilayah ini jumlah korban yang meninggal mencapai tujuh orang. Polresta Pariaman dan Polresta Pasaman masing-masing ada tiga orang yang meninggal dalam kecelakaan sedangkan untuk Polresta Lima Puluhkota ada satu orang yang meninggal," terangnya.

Selanjutnya, ia mengatakan akan memanggil ketiga Kasat Lantas masing -masing Polres tersebut untuk memaparkan apa yang telah dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan.

"Kami akan minta upaya yang telah mereka lakukan dan kenapa masih ada korban kecelakaan terjadi di wilayah mereka cukup tinggi seperti memasang poster berisi imbauan kepada masyarakat dan menandakan lokasi-lokasi yang rawan kecelakaan," kata dia.

Sementara, seorang pemudik dari Padang menuju Bukittinggi, Fadhli Ahmad mengatakan cukup terbantu dengan poster imbauan yang disediakan oleh pihak terkait untuk keselamatan berlalu lintas.

"Imbauan-imbauan yang saya lihat ada di beberapa titik dan posko yang ada di sepanjang jalur mudik cukup membantu saya dalam berkendara," kata dia.
(na/antara)


Top