Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911.JAKARTA -- Sisa anggota kelompok teroris Santoso di Poso, Sulawesi Tengah  masih diburu oleh Satgas Tinombala. Sebaiknya mereka menyerah dan kibarkan bendera putih. Hal ini dikatakan peneliti terorisme dari Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib, Jumat (22/7).

Diketahui sisa anggota kelompok Santoso hanya tinggal 16 orang yang tersisa di hutan Gunung Biru.

"Sebaiknya mereka segera turun saja, kibarkan bendera putih. Menyerah," ujarnya.

Tidak ada harapan bagi kelompok ini untuk menang melawan ribuan pasukan Satgas Tinombala. Satgas Tinombala menggunakan teknik Attrition Warfare atau yang disebut perang berlarut.

"Pasukan 24 jam di hutan, tidak pulang ke barak, ini benar-benar merepotkan sisa kelompok MIT (Mujahiddin Indonesia Timur) itu," kata Ridlwan.

Apalagi, kata Ridlwan, bahan makanan di hutan juga dihabisi oleh pasukan Tinombala. Mau tidak mau, kelompok ini terdesak dan semakin sulit. Dia menyebut sebelum tewas ditembak, Santoso lengah. Karena kelaparan, dia turun ke pinggir hutan Tambarana dan terkena serbu. Kelaparan membuatnya stres.

Selain itu, Ridlwan juga menyebut tidak ada figur ideologis dalam kelompok itu selepas Santoso. Basri maupun Ali Kalora juga bukan tipe ideolog. "Mereka mau ke hutan karena Santoso, sekarang Santoso sudah enggak ada," kata Ridlwan.

Ridlwan menyebut, langkah selanjutnya, Satgas Tinombala bisa meminta anggota keluarga tiga wanita yang ada di dalam hutan untuk membujuk mereka menyerah. Aksi tersebut bisa dilakukan melalui televisi, atau media lainnya.(nn/rol)


Top