Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Bengkulu Tengah – Ribuan warga dari 11 desa di Kecamatan Merigi Sakti dan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, mengadakan aksi galang cap jempol darah sebagai wujud penolakan terhadap aktivitas tambang batu bara di wilayah mereka.

Koordinator aksi, Nurdin mengatakan, aksi cap jempol darah itu akan dikirim ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pernyataan warga bahwa pengrusakan lingkungan masih terjadi di daerah itu.
"Tuntutan kami tetap sama yaitu cabut izin tambang batu bara PT Cipta Buana Seraya dari wilayah desa kami," kata Nurdin, seperti dilansir okezone Kamis (14/7/2016).
Penggalangan cap jempol darah itu dilakukan warga sejak Rabu 13 Juli 2016. Hingga saat ini lebih dari 1.000 orang sudah membubuhkan cap jempol darah di kertas yang disiapkan panitia aksi.
Selain menggalang tanda tangan dan cap jempol darah, masyarakat yang bergabung dalam Forum Masyarakat Rejang Gunung Bungkuk juga menggelar pengibaran bendera raksasa berukuran 10 X 20 meter di Desa Durian Lebar.
Penolakan warga terhadap aktivitas PT CBS, perusahaan tambang yang beroperasi dengan sistem bawah tanah atau under ground dikarenakan kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan.

"Kami tidak ingin desa dan kebun kami rusak karena tanah inilah yang akan kami wariskan untuk anak cucu," ujarnya.
Nurdin mengungkapkan  warga memberikan batas waktu hingga 20 Juli 2016 bagi pemerintah daerah untuk mencabut izin tambang tersebut. Jika tidak dipenuhi, maka cap jempol darah itu akan dikirim ke Presiden Jokowi, sebagai bukti terjadi pengabaian oleh pemerintah daerah terhadap warga yang telah berjuang sampai berdarah-darah menuntut hak atas lingkungan yang baik.




Top