Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.SURABAYA – Cuaca buruk yang melanda perairan kawasan pantai utara (Pantura) di Kabupaten Bangkalan, rupanya membuat nelayan tak melaut. Mereka takut digulung ombak jika nekat melaut pada saat cuaca kurang bersahabat.

Nelayan yang tidak melaut jumlahnya mencapai ribuan orang. Di antaranya tersebar di tiga Desa meliputi Talango, Macajah, dan Banyusangkah, di Kecamatan Tanjung Bumi. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, tak jarang nelayan menggadaikan barang berharga yang dimiliki.

Sebab, nelayan tidak mempunyai keahlian lain untuk bekerja selain menangkap ikan. Ironisnya, mereka tidak melaut sejak tiga bulan terakhir. Kini hari-hari mereka hanya memperbaiki jaring yang rusak untuk dipakai ketika cuaca sudah normal nanti. “Mayoritas nelayan tidak berani melaut karena cuaca tidak bagus. Sudah tiga bulan kami tidak beraktivitas,” ujar perwakilan nelayan setempat, H Mansyur, Jumat (15/7/2016).

Menurutnya, jika dipaksakan melaut dirinya dikhawatirkan nyawa bakal menjadi taruhannya. Kondisi paceklik ini sangat berat untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, ada yang menjual perhiasan atau menggadaikannya agar dapur tetap mengepul.

“Mau bagimana lagi, kondisi alam sudah begitu. Kami hanya bisa pasrah dan menunggu cuaca kembali normal untuk kembali melaut,” papar Mansyur.

Rupanya nelayan yang tidak melaut selama tiga bulan karena cuaca buruk ini mendapat perhatian dari PHE WMO dan SKK Migas. Perusahaan yang bergerak di bidang migas tersebut memberikan 1000 paket sembako pada nelayan.

“Kami memang sengaja memberikan paket sembako dalam rangka turut menguarangi beban ekonomi mereka pada momen paceklik ini. Bantuannya tidak seberapa, semoga bisa membantu,” terang Comdev Officer PHE WMO, Amarullah.
(bt/okz)


Top