Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak jajaran Kabinet Kerja untuk kedua kali. Presiden harus menjelaskan gamblang alasannya mencopot, menggeser serta memasukkan nama baru di kabinet.

"Reshuffle ini menunjukkan bahwa Pak Jokowi belum menemukan secara ideal dream team-nya sehingga harus melakukan reshuffle kedua kali," kata pengamat politik Arya Fernandes, Rabu (27/7/2016) pagi.

Menurut Arya, Jokowi harus menjelaskan gamblang di hadapan publik alasan di balik reshuffle ini.

"Presiden harus menjelaskan kenapa mencopot menteri, apa alasannya. Siapa yang menggantikan, apa alasannya memilih dan sebagainya. Reshuffle memang hak prerogatif presiden, tapi harus diingat, ada hak publik di situ. Jadi saat mereshuffle nanti Presiden harus menjelaskan apa indikator yang dia gunakan untuk menilai kinerja menteri. Jadi publik tahu ternyata menteri yang dicopot memang tidak berkinerja baik dan nanti indikator-indikator itu bisa digunakan publik untuk menilai kinerja kabinet selanjutnya," paparnya.

Dua nama yang santer bakal dicopot adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. Menurut Arya, dalam persepsi publik, dua menteri ini kinerjanya dinilai baik. Karena itulah penting kenapa Jokowi harus memberi tahu alasannya bongkar pasang menteri saat mengumumkan reshuffle kabinet jilid II nanti.

"kita tidak tahu apa saja indikator Presiden melakukan reshuffle, karena itu harus dijelaskan gamblang," ujar peneliti dari Internasional Centre for Strategic and International Studies (CSIS) ini.
(bt/detik)


Top